Di Balik Cahaya Kota, Ada Rumah-Rumah yang Nyaris Tak Terlihat
Beberapa waktu lalu, saya melewati kawasan di sekitar Gandaria City, Jakarta Selatan. Tak jauh dari pusat perbelanjaan yang gemerlap itu, ada deretan rumah kecil berdempetan di sepanjang gang sempit. Dindingnya dari papan kayu dan seng, sebagian sudah berkarat. Di depan salah satu rumah, seorang ibu menjemur pakaian anaknya sambil berbincang dengan tetangga. Aroma masakan sederhana tercium dari dapur kecil di sudut gang, seolah menghadirkan kehangatan di tengah sempitnya ruang.
Anak-anak berlarian tanpa alas kaki, tertawa ketika bola plastik mereka memantul ke jalan. Mereka tampak bahagia, seolah tak peduli pada bising kendaraan yang hanya beberapa meter dari tempat mereka bermain. Di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah tidur, kehidupan di sini berjalan dengan tenang, sederhana, tapi penuh makna.
Jakarta memang punya dua wajah. Satu bersinar dengan lampu-lampu dan gedung tinggi, satu lagi tersembunyi di antara bayangan beton dan jalan kecil. Namun mungkin, di gang-gang kecil seperti inilah arti rumah yang sesungguhnya dapat ditemukan bukan seberapa besar bangunannya, tapi seberapa hangat kehidupan di dalamnya.
Jenis Tulisan: Soft News
Observasi: Sekitar Gandaria City, Jakarta Selatan
Komentar
Posting Komentar